once upon a time, saya baru saja dibagikan seragam yang telah ditunggu2 selama 2 bulan, semua orang berkeritik pada hasil seragam (wearpack) yang mereka dapat, katanya kebesaran lah, kekecilan lah, tapi alhamdulillah sayah mah pas nan menakjubkan. Lalu karena pas nan fantastik, kesokan harinya saya memutuskan untuk langsung memakainya, sbelumnya saya akan ceritakan dulu peraturan seragam pada program sertifikasi:
Hari senin s.d. kamis, memakai wearpack atau kemeja putih celana hitam,
hari jum'at dan sabtu, memakai kemeja bebas, celana tidak boleh jin (jeans mgkn nlsnya)
tidak boleh memakai kaos, dilarang ngelembreh (ehh?!! ga dink bcanda ntu mah)
hari jum'at dan sabtu, memakai kemeja bebas, celana tidak boleh jin (jeans mgkn nlsnya)
tidak boleh memakai kaos, dilarang ngelembreh (ehh?!! ga dink bcanda ntu mah)
setelah kalian baca dengan seksama, saya akan lanjutkan ceritanya.
Jadi saya putuskan memakai wearpack dengan bangganya, saya memakai wearpack dan didalamnya memakai kaos. Pas saya sampai di kampus, ternyata yg memakai wearpack cuman saya saja, saya pikir dengan logika saya akan mendapat pujian dari guru yang sangat berpengaruh dalam program sertifikasi ini (ibaratnya mah hokage dalam program sertifikasi) yang akan mengajar saya pada hari itu. lalu jam masuk telah tiba, dan saya masuk dengan elegan lagi santai. Dari jauh si bapak dah memperhatikan saya, saya sudah menunggu2 momen bersejarah ini, bahwa saya akan dipuji karena langsung memakai seragam,
lalu beberapa saat kemudian saya yang fokus melihat bibir si bapak menunggu si bapak ngomong mulai melihat ada pergerakan yang signifikan, ini berarti dia akan ngomong, wuuuuuuuiiiiiii deg degan!!!,
Lalu si bapak mengucapkan sesuatu sambil menunjuk kepada saya, dia mengucapkanJadi saya putuskan memakai wearpack dengan bangganya, saya memakai wearpack dan didalamnya memakai kaos. Pas saya sampai di kampus, ternyata yg memakai wearpack cuman saya saja, saya pikir dengan logika saya akan mendapat pujian dari guru yang sangat berpengaruh dalam program sertifikasi ini (ibaratnya mah hokage dalam program sertifikasi) yang akan mengajar saya pada hari itu. lalu jam masuk telah tiba, dan saya masuk dengan elegan lagi santai. Dari jauh si bapak dah memperhatikan saya, saya sudah menunggu2 momen bersejarah ini, bahwa saya akan dipuji karena langsung memakai seragam,
lalu beberapa saat kemudian saya yang fokus melihat bibir si bapak menunggu si bapak ngomong mulai melihat ada pergerakan yang signifikan, ini berarti dia akan ngomong, wuuuuuuuiiiiiii deg degan!!!,
"kamu ridho, pake kemeja lagi ga didalemnya??"
saya jawab "ga pak"
dia balas, "silahkan keluar"
dalam hati saya berkata "UANJROOOOOOOOOOOOOOOOT!!!!!, muka neh mau ditaro diamana??? udah beda sendiri, trus diusir sendiriiii, mampus gua!!"
ternyata ada peraturan menyebutkan bahwa tidak boleh kaos dirangkep sama wearpack, coba anda tinjau kembali peratturan berpakaian di program sertifikasi. Ga ada kan, sebel gela
demikian cerita saya, mungkin anda bisa menebak cerita kelanjutannya, makin memalukan, dan beritanya, saya akan diberi SP1, hheu
demikian cerita saya, mungkin anda bisa menebak cerita kelanjutannya, makin memalukan, dan beritanya, saya akan diberi SP1, hheu
lalu, apakah yang bisa kita petik dari cuapan idhoz kali ini??
kita bisa mengambil pelajaran, JANGAN SOK JADI PENCETUS
terima kasih
kita bisa mengambil pelajaran, JANGAN SOK JADI PENCETUS
terima kasih

